Ini...
Hanya untaian surat yang saya dapat dari buku keren yang ditulis oleh Ustadz Salim A. Fillah dalam bukunya yang berjudul
Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan...
Saya
pribadi menyebutnya.... Surat Pemutusan Hubungan Pacaran (PHP). Yah, ini adalah
surat memutuskan pacar dengan indah....Bacalah kawan-kawan.... Semoga bisa
menjadi manfaat dan sebuah renungan.
![]() |
| Jangan lagi membuat Setan Bahagia!! |
SPHP (Surat Pemutusan Hubungan Pacaran)
Assalaamu ’alaikum wa rahmatullaahi
wa barakaatuh..
Ba’da tahmid dan shalawat...
Syukur pada Allah yang masih
mengaruniakan nafas padaku dan padamu untuk segera memperbarui taubat.
Akhi, rasanya aku telah menemukan
Kekasih yang jauh lebih baik darimu. Yang Tak Pernah Mengantuk dan Tak Pernah
Tidur. Yang siap terus menerus Memperhatikan dan Mengurusku. Yang selalu
bersedia berduaan di sepertiga terakhir malam. Yang siap Memberi apapun yang
kupinta.ia yang Bertahta, Berkuasa, dan Memiliki Segalanya.
Maaf akhi, tapi menurutku kau bukan
apa-apa dibanding Dia. Kau sangat lemah, kecil, dan kerdil dihadapanNya. Ia
berbuat apa saja sekehendakNya kepadamu. Dan, akhi, aku khawatir apa yang telah
kita lakukan selama ini membuatNya cemburu. Aku takut, hubungan kita selama ini
membuatNya murka. Padahal Ia, Maha Kuat, Maha Gagah, Maha Perkasa, Maha Keras
SiksaNya.
Akhi, belum terlambat untuk bertaubat.
Apa yang telah kita lakukan selama ini pasti akan ditanyakan olehNya. Ia bisa
marah, akhi. Marah tentang saling pandang yang pernah kita lakukan, marah
karena setitik sentuhan kulit kita yang belum halal itu, marah karena suatu
ketika dengan terpaksa aku harus membonceng motormu, mareh karena pernah ketetapanNya
kuadukan padamu atau tentang la2munanku yang selalu membayangkan wajahmu. Ia
bisa marah. Tapi sekali lagi semua belum terlambat. Kalau kita memutuskan
hubungan ini sekarang, semoga Ia mau Memaafkan dan Mengampuni. Akhi, Ia Maha
Pengampun, Maha Pemberi Maaf, Maha Menerima Taubat, Maha Penyayang, Maha
Bijaksana.
Akhi, jangan marah ya. Aku sudah
memutuskan untuk menyerahkan citaku padaNya, tidak pada selainnya. Tapi tak
cuma aku, akhi. Kau pun bisa menjadi kekasihNya, kekasih yang amat dicintai dan
dimuliakan. Caranya satu, kita harus jauhi larangan-laranganNya termasuk dalam
hubungan kita ini. Insyaallah, Dia punya rencana yang indah untuk masa depan
kita masing-masing. Kalau engkau selalu berusaha menjaga diri dari hal-hal yang
dibenciNya, kau pasti akn dipertemukan dengan seorang wanita shalihah. Ya,
wanita shalihah yang pasti jauh lebih baik dariku saat ini. Ia yang akn
membantumu menjaga agamamu, agar hidupmu senantiasa dalam kerangka mencari
ridha Allah dalam ikatan pernikahan yang suci. Inilah doaku untukmu, semoga
kaupun mendoakanku, akhi.
Akhi, aku akan segera menghapuskan
namamu dari memori masa lalu yang salah arah ini. Tapi, aku akan tetap
menghormatimu sebagai saudara di jalan Allah. Ya. Saudara di jalan Allah, akhi.
Itulah ikatan terbaik. Tak hanya antara kita berdua, tapi seluruh orang mukmin di dunia. Tak mustahil itulah yang akan
mempertemukan kita dengan Rasulullah di telaganya, lalu beliau pun memberi
minum kita dengan air yang lebih manis dari madu, lebih ledmbut dari susu, dan
lebih sejuk dari krim beku.
Maaf akhi. Tak baik rasanya aku
berlma-lama menulis surat ini. Aku takut ini merusak hati goreSan pena
terakhirku di surat ini adalah doa
keselamatan dunia akhirat sekaligus tanda akhir dari hubungan haram kita,
insyaallah.
Wassalaamu ‘alaikum warahmatullaahi wa barakaatuh.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar