Label

"Jangan dikiran yang duduk tak punya kaki.... Bahkan dia bisa lebih tinggi darimu saat berdiri." #tawadhu

Rabu, 13 Juni 2012

Jurus ANTI Malas Menulis



Bagi ana, yang notabenenya pikunan... Mencatat itu adalah keharusan. Bahkan ana punya notes yang bisa buat ganjal pintu #pameeeerrrr.
                Dan ana percaya.... Menulis itu adalah bagian dari mengawetkan ilmu. Kalau ilmu yang kita dapat nggak kita abadikan, bagaimana kita mau berbagi? Kalo cuma ngomong koar-koar mah, ibaratnya itu.... Belum masuk kuping kanan, eh, udah mental lagi. Nggak ada yang nyantol ke pendengar. Belum lagi nanggung resiko sendal-sendal pendengar melayang bebas ke arah kita. Alamaaaakk.
                Ini nih, ilmu keren yang ana dapet pas pelatihan FLP Banjarbaru (Minggu, 25 Maret 2012), dengan pemateri handal, kak Saprudi, mantan ketua FLP Banjarbaru yang kini melebarkan sayapnya di FLP Kalsel.
                Disaat kita haus motivasi menulis, disaat kita merasa minim inspirasi dan disaat kita takut jelek... Intiplah tips-tips di bawah ini:
1.       Meluruskan niat dan tujuan.
Hasil yang kita dapat, tergantung dari niat. Niatlah karena Allah. Maka kita senantiasa Allah akan melapangkan jalan kita.
2.       Motivasi diri sendiri!! Ucapkan, “Orang lain bisa!! Maka kita pasti bisa!!”
3.       Jangan percaya pada ‘mood’, karena mood adalah alasan yang kita buat tanpa sadar. Jadi, menulislah karena keyakinan, bukan karena mood.
4.       Tidak punya waktu? Itu hanya alasan!! Selagi masih muda, gunakanlah waktu dengan sebaik-baiknya.
5.       Membagi waktu. Ya!! Allah punya 24 waktu untuk kita pergunakan. Sisihkanlah sejenak waktu untukmu berdua dengan pena. Menulislah.
6.       Bingung memulai?! Sejelek-jeleknya tulisan, itu lebih baik dari pada tidak menulis.
7.       Terimalah segala kritik!!! Karena kritik punya kekuatan untuk membangun.
8.       Tulislah apa yang kita pikirkan. Jangan memikitkan apa yang akan kita tulis.
9.       Bingung memunculkan ide?? Keluarlah, amati orang lain maupun lingkungan sekitar. Posisikan diri menjadi pengamat.
10.   Terkadang, saat pikiran kepikiran kata-kata keren, eh, itu kata mengasap gitu aja gara-gara nggak di catat, nggak bawa buku sama kertas alasannya. Maka, gunakanlah media yang ada untuk mendokumentasikan kata-kata tersebut.
11.   Jangan takut jelek!!! Ketika takut jelek itu mampir.... Tulis aja sejelek apa pun, mintalah pendapat teman terdekat atau langsung ke pakar yang jago nulis dan mintalah kritik dari mereka.
12.   Tidak menguasai topik? Ada dua jurus untuk mengatasinya:
a.       Membaca, karena dengan membaca kita akan mengenal hal-hal baru yang dapat menginspirasi diri kita.
b.      Diskusi,karena dari berdiskusi, kita dapat bertukar pikiran dengan lawan diskusi kita, itu berarti, ilmu yang ada padanya akan turut tersalurkan ke kita.
Jadi gimana? Setelah baca... Apa hati dan pikirannya udah mencak-mencak mau nulis?? Ayoooo.... Buruan ambil pena kalian (ana juga). Tapi jangan lupa... Sebelum nulis, baca Basmallah dulu yaa.
Oh iya, untuk penutupnya..... Ada satu kalimat yang ana inget, kata-kata ini dari mbak Ratna Dewi Idrus (penulis buku best seller, Betapa Allah Mencintaimu), beliau berucap, “ Niatkan menulis untuk Allah semata, biar Allah menggerakkan pena-pena kita.”


2 komentar: