Bagi ana, yang
notabenenya pikunan... Mencatat itu adalah keharusan. Bahkan ana punya notes
yang bisa buat ganjal pintu #pameeeerrrr.
Dan
ana percaya.... Menulis itu adalah bagian dari mengawetkan ilmu. Kalau ilmu
yang kita dapat nggak kita abadikan, bagaimana kita mau berbagi? Kalo cuma ngomong
koar-koar mah, ibaratnya itu.... Belum masuk kuping kanan, eh, udah mental
lagi. Nggak ada yang nyantol ke pendengar. Belum lagi nanggung resiko
sendal-sendal pendengar melayang bebas ke arah kita. Alamaaaakk.
Ini
nih, ilmu keren yang ana dapet pas pelatihan FLP Banjarbaru (Minggu, 25 Maret
2012), dengan pemateri handal, kak Saprudi, mantan ketua FLP Banjarbaru yang
kini melebarkan sayapnya di FLP Kalsel.
Disaat
kita haus motivasi menulis, disaat kita merasa minim inspirasi dan disaat kita
takut jelek... Intiplah tips-tips di bawah ini:
1. Meluruskan
niat dan tujuan.
Hasil yang kita
dapat, tergantung dari niat. Niatlah karena Allah. Maka kita senantiasa Allah
akan melapangkan jalan kita.
2. Motivasi
diri sendiri!! Ucapkan, “Orang lain bisa!! Maka kita pasti bisa!!”
3. Jangan
percaya pada ‘mood’, karena mood adalah alasan yang kita buat tanpa sadar. Jadi,
menulislah karena keyakinan, bukan karena mood.
4. Tidak
punya waktu? Itu hanya alasan!! Selagi masih muda, gunakanlah waktu dengan
sebaik-baiknya.
5. Membagi
waktu. Ya!! Allah punya 24 waktu untuk kita pergunakan. Sisihkanlah sejenak
waktu untukmu berdua dengan pena. Menulislah.
6. Bingung
memulai?! Sejelek-jeleknya tulisan, itu lebih baik dari pada tidak menulis.
7. Terimalah
segala kritik!!! Karena kritik punya kekuatan untuk membangun.
8. Tulislah
apa yang kita pikirkan. Jangan memikitkan apa yang akan kita tulis.
9. Bingung
memunculkan ide?? Keluarlah, amati orang lain maupun lingkungan sekitar. Posisikan
diri menjadi pengamat.
10. Terkadang,
saat pikiran kepikiran kata-kata keren, eh, itu kata mengasap gitu aja
gara-gara nggak di catat, nggak bawa buku sama kertas alasannya. Maka,
gunakanlah media yang ada untuk mendokumentasikan kata-kata tersebut.
11. Jangan
takut jelek!!! Ketika takut jelek itu mampir.... Tulis aja sejelek apa pun,
mintalah pendapat teman terdekat atau langsung ke pakar yang jago nulis dan mintalah
kritik dari mereka.
12. Tidak
menguasai topik? Ada dua jurus untuk mengatasinya:
a.
Membaca, karena dengan membaca kita akan mengenal
hal-hal baru yang dapat menginspirasi diri kita.
b.
Diskusi,karena dari berdiskusi, kita dapat
bertukar pikiran dengan lawan diskusi kita, itu berarti, ilmu yang ada padanya
akan turut tersalurkan ke kita.
Jadi gimana? Setelah
baca... Apa hati dan pikirannya udah mencak-mencak
mau nulis?? Ayoooo.... Buruan ambil pena kalian (ana juga). Tapi jangan lupa...
Sebelum nulis, baca Basmallah dulu yaa.
Oh iya, untuk
penutupnya..... Ada satu kalimat yang ana inget, kata-kata ini dari mbak Ratna
Dewi Idrus (penulis buku best seller, Betapa Allah Mencintaimu), beliau
berucap, “ Niatkan menulis untuk Allah semata, biar Allah menggerakkan
pena-pena kita.”
bisa
BalasHapusAamiin.
HapusInsyaAllah.
Syukron!! :)