Hari
ini...Untuk kedua kalinya, aku datang ke workshop kepenulisan FLP dimana bang
Boim Lebon yang menjadi narasumbernya. Walaupun peserta tak sebanyak workshop
sebelumnya, tetapi bagiku, acara kali ini tetap memiliki jiwa antusiasme, baik
dari peserta maupun empunya acara, yakni FLP Cabang Banjarmasin.
Aku
sendiri sudah mempersiapkan diri sejak subuh dini hari, dengan malam sebelumnya
dengan tlaten ku setrika baju yang akan aku kenakan dan mengemas barang-barang
yang diperlukan didalam tas kesayangan.
Paginya,
aku charger semangat dengan menenggak segelas susu coklat. Walaupun pagi ini
temanku, Ridha, urung berangkat, aku akan tetap maju tak gentar.
Setelah hari-hari
sebelumnya janjian berangkat bareng dengan rombongan FLP Cabang Banjarbaru. Maka
diputuskan lah Minggu pagi kami berangkat jam setengah 8, karena acara memang dijadwalkan
jam 09.00 wita. Setelah melalui proses yang alot karena saling tunggu, maka
sekitar jam setengah 9, personil kami barulah lengkap, diantaranya, aku, Inunk,
Naila, Ery, Intan, Ervi, 3 teman Inunk dan 2 teman Ery. Kami capcus.
Kalian tahu?? Kesalahan terbesar
kami kala itu?!
Terlambat? Hemmmm...
memang sih kami jelas terlambat.
Salah jadwal? Ya kemungkibnan
itu kecil laaah, secara saat itu aku lagi rombongan, jadi kalo memang penyakit
pikunku kambuh, teman-teman yang lainnya bisa saja mengingatkan.
Hemm... baiklah, aku
akui kesalahan terbesar kami, ialah..... kami tidak tahu tempat, kami buta
arah, sampai hari H kami nggak tahu dimana itu workshop diadakan. Kami hanya bermodal
denah yang dijabarkan panitia lewat sms. Beberapa temanku yang sedikit mengenal
Banjarmasin, mendapat bayangan kasar. Tetapi belum pasti. Banjarmasin memiliki begitu
banyak jalan yang semuanya memiliki kemungkinan untuk kami tersasar dengan indahnya.
Manusia dituntut untuk
ikhtiar agar benar-benar mendapat hasil maksimal. Alhasil, kami terus saja
melaju menuju puncak, eh, tempat. Kali ini selain denah kasar, kami juga
membawa serta tawakkal sebagai bekal.
Pertolongan Allah itu
nyata. Benar-benar nyata saat kuasaNya benar-benar menuntun kami ke jalan yang
benar. Hehehe. Kami gagal kesasar. Hanya saja, keterlambatan tak mampu kami
hindari, kami sampai di lokasi sekitar jam setengah 10. Tetapi kami beruntung,
karena saat itu acara belum dimulai.
Acara berlangsung dengan
mengesankan, dan tentunya.... Bertebaran bingkisan, baik dari panitia, sponsor
maupun dari bang Boim Lebon sendiri. Bang Boim sendiri menciptakan sebuah
suasana yang nyaman, kocak, jujur dan polos. Kami pun langsung di rangsang
untuk aktif menulis, kami dibimbing dan dibina secara langsung untuk menulis
sebuah skenario, dimana skenario yang kami buat tersebut kemudian dikumpulkan kembali
ke beliau. Benar-benar mantap!!! Selain itu, saat istirahat/break, jajaran
nasyid dari FSI Ulul Albab voice pun perform. Mengagumkan.

