Kisahku bukan layaknya cepen yang
bisa kau pahami, yang bisa kau baca dengan sekali duduk.
Kisahku bukan novel, yang
halamannya beratus, yang menuntutmu untuk menyelesaikannya dengan nafsu.
Kisahku bukan pantun, yang
teratur, bersajak, berisi...
Kisahku bukan puisi, yang setiap
baitnya ber-diksi indah...
Kisahku bukan syair, yang
berakhir dengan rima yang sama...
Kisahku bukan pula kisah
inspiratif, yang... Entahlah. Sedang aku masih memerlukan ‘inspirasi’.
Ini kisah sederhana, sangat
sederhana.
Tentang jiwa yang masih merasa
penuh dosa...tentang raga yang masih belum mampu menjadi siapa-siapa...
Tentang diri yang masih manja pada Tuhan-nya.

