Alhamdulillah, surat ini terpilih menjadi juara ketiga dalam Lomba "Menulis Surat Cinta untuk Ibu", yang diadakan oleh Bid. Perempuan DPD PKS Banjarbaru.
Sekedar Kata...
Bismillah....
ucapku dalam hati yang sungguh hanya aku dan Tuhanku yang menjadi saksi dengar
sesungguhnya. Surat ini... tentang seberapa besar cintaku... tentang seberapa
besar kasihku...
Bukan!!
Jangan anggap surat ini sebagai baromater cinta dan kasihku... tetapi
berdirilah pada sudut pandang dimana surat ini aku ciptakan untuk mengungkapkan
apa yang tak bisa aku ucapkan.
Terkadang...
rentetan kata dalam lembaran putih itu menjadi begitu tak ternilai harganya
saat keberadaannya mampu membuat apa yang tak bisa aku teriakkan, apa yang tak
bisa aku ucapkan melalui suara dapat tersampaikan.. walau tak bisa menjangkau
lebih ke dalam.
Dan....
Surat
ini... aku haturkan hanya untuk satu-satunya malaikat yang dikirim illahi secara nyata untukku dan
saudariku... untuk rusuk kiri bapakku, rusuk kiri terbaik yang pernah ada,
rusuk kiri yang melengkung indah dan perkasa yang putih dan menjaga... dialah
umi, bunda, ibu, mamah, mama, mami, enyak, emak. Ya!! Dia adalah... MAMAKE... MAMA yang paling oKE .... peluk cium penuh kasih dari
anakmu Ma...
Lebih dari Sekedar Wonder Women
Assalamualaikum
Mamake.... (terngiang di telinga sahutan yang biasa engkau lontarkan, “Wa’alaikumsalam
Anake”)
Mamake...
Dengan
ini... dengan surat ini... bukan berarti anakmu ini tak punya nyali untuk
berucap langsung padamu... bukan Ma...
Anakmu
ini hanya ingin segala yang Mamake ajarkan... tentang semangat, kekuatan dan
perjuangan itu terabadikan... bukan
menguap bila hanya dalam pikiran dan ucapan.
Mamake...
dulu.. bahkan mungkin engkau tahu, karena tak ada yang tak Engkau tahu...
dulu... anakmu ini selau bermimpi punya kehidupan sendiri, jauh darimu, jauh
dari bapak... dulu hatiku, batinku selalu teriakkan, “Bapak, Mamake... Leny ini
sudah besar. Jangan diatur terus donk, Leny kan juga pengen kayak
temen-temen...” yah, itu teriakan anakmu yang saat itu berusia kurang dari 17
tahun Mamake. Padahal... dan baru saat ini Leny sadar... bahwa sampai kapanpun Mamake
akan selalu menganggap bahwa putrinya adalah seorang ‘gadis kecil’.
Mamake...
andai Mamake bisa mendengar teriakan Leny saat ini... teriakan ‘gadis kecil’ mu
yang kini berusia lebih dari 18 tahun... “Mamake... Leny nggak pengen jadi
dewasa, Leny nggak pengen jadi gede... Leny pengen selalu sama mamake...
dimarahin tiap hari Leny juga rela.”
Baru
satu tahun berada dalam masa kedewasaan membuat anakmu ini mengerti betapa
penting peranmu Mamake...
Jarak
25 km pun sudah membuat anakmu ini ketar-ketir memarkir rindu yang semakin
bertumpuk Ma...
Terhitung
lebih dari 17 tahun Leny menyia-nyiakan kasihmu Ma... beralasan ingin
membahagiakanmu, tapi saat itu berulang kali Leny lalai pada petuahmu...
Beralasan
Engkau adalah nomer 1, tapi saat itu Leny membagi perhatian Leny pada masa muda
Leny...
Ungkapkanlah
Ma... seberapa menggunungnya khilaf Leny... seberapa air matamu tumpah hanya
karena tingkah Leny...
Mamake...
Di
18 tahun lebih ini...
Di
jarak 25 km ini...
Di
saat-saat Leny memperjuangkan kehidupan Leny sendiri... menjalani dan mengatasi
hidup Leny sendiri... tak lepas dari harap Leny, Mamake disamping Leny Ma...
dengan segala kebiasaanmu...
Dimana
setiap pagi ada lantunan suaramu membangunkan Leny...
Dimana
setiap sore ada cerita penuh semangat mengisi memori-memori Leny...
Dimana
setiap malam ada tawa khasmu atas lomba-lomba ‘unik’ yang engkau menangkan...
Mamake....
Leny rindu semua itu...
Sungguh...
Leny rindu mencium tanganmu setiap pagi, Leny rindu mencium pipimu, Leny rindu
candamu, Leny rindu tawa khasmu, Leny rindu kelincahan jogetanmu, Leny rindu
bereksperimen tentang cemilan-cemilan malam denganmu, Leny rindu
masakan-masakan terbaikmu, Leny rindu olokkanmu, Leny rindu berbagi kisah
denganmu di setiap malam dan cuek pada tayangan televisi, Leny rindu berkeluh kesah
denganmu.
Leny
rindu semua tentang mu, Ma...
Dan
sekarang... nggak ada lagi yang nemenin Leny belajar hingga larut malam, walau
saat itu Mamake dalam keadaan ketiduran di depan tivi, tapi saat itu Mamake
selalu berusaha menemani.
Sekarang...
nggak ada lagi yang terbangun di tengah malam dan membuatkan secangkir kopi
untuk Leny yang saat itu bangun di sepertiga malam untuk belajar menjelang
ulangan/ujian.
Sekarang...
nggak ada lagi yang nungguin Leny di depan rumah saat Leny pulang terlambat
barang semenit dua menit.
Sekarang
nggak ada lagi yang tengah malam masuk ke kamar Leny hanya untuk sekedar
memeriksa apakah jendela kamar Leny tertutup rapat, membenarkan selimut Leny,
dan menutup pintu kamar kembali dengan teramat pelan...
Semua
itu Mamake lakukan tanpa adanya permintaan kan?!
Mamake,
kalau nanti ada yang tanya.. siapa pahlawan tanpa tanda jasa ?? itu Mamake.
Karena Mamake tak pernah minta balasan.
Siapa
orang yang tak pernah lapar ?? itu Mamake. Karena Mamake tak akan berucap lapar
sebelum anak dan suaminya merasa kenyang.
Siapa
orang yang terkuat ?? itu tentulah Mamake. Karena Mamake... walau bermandi
peluh, tapi tak pernah sekalipun mengeluh.
Wonder
Women donk ?? bukan, jawab Leny... tapi Mamake lebih dari Wonder Women...
karena ungkapan untuk Mamake tak akan pernah bisa terwakilkan.
Waktu
yang buat Leny belajar dan mengerti... bahwa harusnya dahulu Leny lebih
menghargai saat-saat bersamamu... saat-saat dimana Leny masih leluasa
memelukmu, leluasa memperhatikan keteduhanmu dikala tidurmu Ma...
Ma...
ijinkan Leny memperbaiki semuanya, karena tak mungkin Leny memutar waktu yang
sudah terlampau lama terlalui...
Ma...
Mamake ingin punya anak seorang bidan kan?? InsyaAllah Leny akan berjuang Ma...
setidaknya senyummu dan maafmu yang Leny jadikan tujuan...
Jadi...
seberapapun Leny terseok terjatuh, senyummu adalah amunisi untuk itu Ma...
Mamake...
apa Mamake ingat?? Sendal yang Leny berikan untuk Mamake... ya, sendal yang
itu...
Sendal
itu semata-mata hanya untuk menjaga surga ditelapak kakimu Ma... untuk merawat
surga yang sempat terlupakan oleh Leny Ma...
Dari
sini Leny selalu berdoa... semoga disaat Mamake merasa letih, Allah mengirimkan
malaikat terbaik_Nya untuk memijitmu...
Semoga
disaat Mamake lapar... Allah menghidangkan segala sesuatu yang dapat
mengenyangkanmu...
Semoga
disaat Mamake terlelap... Allah mengirimkan malaikat_Nya untuk membenarkan
selimutmu...
Semoga
di saat Mamake sendiri... Allah mengirimkan malaikat_Nya agar Mamake tak
merasakan sepi...
Doaku
untukmu Ma... selalu.....
AMIIIINNNN.
Salam Sayang Selalu...
Banjarbaru,
26 Desember 2011
Yang
selalu merindukanmu,
Anake,
Leny Apriyanti
Tidak ada komentar:
Posting Komentar