Label

"Jangan dikiran yang duduk tak punya kaki.... Bahkan dia bisa lebih tinggi darimu saat berdiri." #tawadhu

Senin, 18 Juni 2012

Jaga Mata


                Sssstt... Penulis mau bersenandung dulu nih, duduk yang anteng dan jangan rebutan tempat duduk. Akhwat di sebelah kanan hijab, dan ikhwannya di sebelah kiri hijab yaa (hehehe)... Fokuskan pendengaran!!! JJJ

“Jagalah hati, jangan kau kotori... Jagalah hati, lentera hidup ini.”

Gimana? Bagus kan yah?? #plak
Langsung ke materi aje yee... Hehehe, nanti kalo penulis banyak basa-basi takutnya malah beneran basi, yah, paling banter sendal pembaca pada melayang ke arah penulis. #gubraaakkk
Nah, dari sebait lagu yang penulis dendangkan (ketik deng yah), itu maknanya daleeeeemmm bener dah. Menjaga hati, karena apa? Yah karena hati adalah lentera hidup. Kalo hatinya udah nggak beres, gelap deh hidupnya. Kalo mau hatinya beres diapain yah? Dirapihin bisa kagak? Susah kagak? Ya kagaaaak laaaah, wong dari sononya kan Allah udah nyiptain hati dengan sebaik-baiknya penciptaan. Saking kita sebagai manusia aja yang makenya kagak tau aturan, semena-mena. Padahal kan yah, Allah itu ngasih buat dijaga... Nah, cara ngejaganya sendiri gimanaaaa??? Eits, sebelum membahas cara ngejaga hati, kita larinya ke penyebab ketidak beresan hati aja dulu yuk. Supaya kita nanti bisa pasang tameng buat ngejaga hati kita.
Ketidak beresan hati yah? Sebenarnya sih banyak loh sodara-sodaranya ketidakberesan hati itu, nggak kehitung malah. Tapi di sini  penulis mau ngupas (Bawang kali? Eh? Terserah penulis dong yah) tentang ‘Virus Merah Jambu’.
Virus Merah Jambu ini memang mematikan, nggak kalah deh sama Human Immunodeficiency Virus (HIV). Yah, meskipun sebenarnya sodaraan... Loh, kok sodaraan?? Ya iyaa... Kalau HIV kan yang diserangnya kekebalan atau bahasa kerennya itu yah Imunitas tubuh tuh, nah kalo Virus Merah Jambu ini kan yang diserangnya itu Iman. Dan satu lagi yang bikin HIV dan Virus Merah Jambu ini sodaraan... Karena apa hayoooo(hehehe)? Yah karena keduanya itu ibarat fenomena gunung es, nggak ketahuan kapan awalnya, eh, tau tau udah muncul ke permukaan. Membawa gunung berapi aktif pula. Na’udzubillah.
Nah, sekarang kita ngebahas masalah proses penularannya. Kalau HIV kan penularannya itu bisa aja dari tranfusi darah, jarum suntik, berhubungan suamu istri, dan lain-lain. Nah, kalau Virus Merah Jambu ini mengerikan lagi penularannya, lebih berbahaya dari HIV. Gimana nggak?? Wong penularannya itu lewat mata. Kalau udah tertular, duh, siap-siap aja dah terjangkit virusnya. Biasanya kalau udah terjangkit, kekebalan iman bisa turun drastis. Seseorang yang tahu jadi pura pura nggak tahu atau malah bikin tafsir ilmu sendiri. Atau malah pura-pura lupa. Parahnya lagi malah merasa tahu, jadi udah kePeDean aja tuh virus nggak bakal mematikan dirinya, segala alasan dilancarkan. Padahal yah, Virus Merah Jambu ini kalau udah menjangkit bisa menyebabkan kelumpuhan Iman dan Kebutaan Hati. Lalulah, Allah dibuatnya cemburu bahkan diduakan (masyaAllah).
Oh iya, pada tahu nggak nih?! Nggak aja gin yah... J
Virus Merah Jambu ini punya rute perjalanan loh sebelum melumpuhkan Iman...
Hah!! Masa?? Ya iya laaaahhhhh......
Rute perjalanan Virus Merah Jambu itu yah dari mata turun ke hati... Mengapa demikian? Yah itu karena Virus Merah Jambu itu bermula dari pandangan... Lalu nyessss, nyerep ke hati. Di bagian ini nafsu ikut ambil bagian. Nah, loh... Itulah mengapa Virus Merah Jambu jadi mematikan, wong nafsu mengekori.
Jadi... Yuuukkk, kita bersenandung lagi (hehee)...
“Jagalah hati, jangan kau kotori... Jagalah hati, lentera hidup ini...”
Nah, udah ada bayangan kan tentang Virus Merah Jambu... Udah bisa bikin imunitas kan mulai dari sekarang?! Udah bisa bikin tameng kan?!  

Pada dasarnya... Mata diciptakan oleh Allah dengan sebaik-baiknya Penciptaan. Untuk melihat, untuk disyukuri... Karena mata notabenenya adalah gerbang hati, maka sudah seharusnya mata itu haruslah dijaga. Menjaga mata berarti menjaga hati, begitupun sebaliknya. Agar lentera dalam hati tetap bersinar sebagaimana mestinya. Nggak padam dengan adanya zina mata. Nggak susah kok buat menundukkan pandangan... Yah, siapa tau nemu koin emas atau uang, kan lumayan (hehee).
“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman:”Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya,  yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. (QS. An-Nur:30)
“Wahai Ali, janganlah pandangan pertama kau ikuti dengan pandangan berikutnya. Untukmu pandangan pertama, tetapi bukan untuk berikutnya.” (HR. Abu Dawud)






Tidak ada komentar:

Posting Komentar