Label

"Jangan dikiran yang duduk tak punya kaki.... Bahkan dia bisa lebih tinggi darimu saat berdiri." #tawadhu

Kamis, 21 Juni 2012

Menghindar : Sekular Kapitalis


”Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?” (QS. Al-Mulk: 3)
***
Dalam dunia perkuliahan... Ana merasakan sendiri bagaimana kurangnya pendidikan agama. Tak ada istilah tawazhun (seimbang) dalam dunia kependidikan umum... Ilmu agama hanya diberikan sebagai muqaddimah, pembuka... Lalu diisi dan ditutup dengan pendidikan kejuruan. Ideologi dalam dunia kependidikan pun seperti mengarah ke Sekular Kapitalis (memisahkan agama dengan urusan dunia)
Mari renungkan... Sahabat-sahabat sekalian pasti pernah merasakan bagaimana jadwal mata kuliah yang rebutan dengan waktu sholat, baik itu sholat zuhur maupun ashar. Kalaupun diberikan waktu istirahat, perut pasti bergejolak meminta pemenuhan, disinilah kita dituntut menjadi ‘pemilih’.
Kalau sudah begitu... Kita dituntut untuk menjadi pribadi yang cerdik lagi berbudi. Yah, supaya nantinya kita tak malu pada usia yang menua tapi masih jadi pribadi yang kosong lagi sia-sia. Apa kata dunia, kalau usia menua tapi kita kosong ilmu agama... Sedangkan pejuang-pejuang yang lain sudah menuntut ilmu menuju roma.
Bila kita tak mendapatkan sesuatu apa pun yang ada di depan kita, jangan biarkan diri kita sia-sia, lihat sekeliling, lebarkan tangan, dan temukan, masih banyak dunia-dunia yang ingin merangkul kita.
Saat di kampus tak lagi diajarkan pendidikan keagamaan, maka lebarkan jangkauan, masih ada organisasi-organisasi keislaman yang bersedia menerima kita. Dan ikutilah halaqah/liqo/ta’lim, keruk lah ilmu sebanyak-banyaknya dari murobby-murobby mumpuni. Bukan untuk menjadi pribadi sok pintar. Anggap saja ini usaha kita dalam rangka penebalan iman, anggap saja ini usaha kita untuk mencapai tawazhun. Biar saja dimunafikkan. Toh Allah Yang Maha Melihat Niatan.

Catatan kaki awam...
1.       Halaqah/liqo adalah pertemuan/majlis yang membentuk lingkaran yang beranggotakan maksimal 12 orang, anggota terstruktur dan ada agenda rutin.
2.       Ta’lim adalah pertemuan/majlis yang beranggotakan lebih dari 12 orang dan tidak rutin serta tidak terstruktur.
3.       Mutarobby adalah anggota yang mengikuti halaqah/liqo.
4.       Murobby adalah seseorang yang memberikan materi pada halaqah/liqo.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar